TIM PENJARINGAN DAN PENYARINGAN PERANGKAT DESA WONOSARI GELAR PEMBEKALAN ADAT ISTIADAT MELAYU RIAU

Ketua LAM-R Desa Wonosari, Sumantari sedang memberikan materi terkait Adat Melayu Bengkalis

WONOSARI – Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Wonosari menggelar Pembekalan Adat Istiadat Melayu Riau pada Jum’at (17/9/2021) di Gedung Serba Guna, Jalan Wonosari Tengah Dusun Tanjung Sari.

Kegiatan ini dihadiri Kepala Desa Wonosari, Suswanto, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Desa Wonosari, Sumantari, Ketua Tim Penjaringan dan Penyaringan Perangkat Desa Wonosari, Raden Suherman, dan Bhabinkamtibmas Desa Wonosari, Brigadir Fakhrul Rozi.

Pembekalan Adat istiadat Melayu Riau ini merupakan salah satu kelengkapan persyaratan administrasi pencalonan sebagai Perangkat Desa. Hal ini diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bengkalis Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa dalam Pasal 7 huruf ‘h’ yang berbunyi surat keterangan tentang memahami adat istiadat Melayu Riau dari Lembaga Adat Melayu Riau Desa setempat.

Dalam kegiatan ini, Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Desa Wonosari menjelaskan berbagai Adat istiadat Melayu Riau khususnya Melayu Bengkalis.

Sumantari menjelaskan makna pemakaian tanjak dan busana kurung Melayu. Selain itu, Sumantari juga menjelaskan adat istiadat Melayu Riau dalam perkawinan.

“Budaya itu adalah ciptaan manusia. Sedangkan adat adalah bagian dari budaya. Dan kita sebagai manusia harus bijak dalam menjalankan adat yaitu harus sesuai dengan ketentuan agama kita, agama Islam. Jangan sampai menyimpang dengan ajaran Islam,” tutur Sumantari.

Kegiatan pembekalan ini berlangsung lancar dan diikuti seluruh peserta dengan antusias yang tinggi dalam mendalami Adat Melayu Riau khususnya Melayu Bengkalis.

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*