KADES SUSWANTO BUKA SECARA RESMI SOSIALISASI ZIS

Foto saat Wakil IV Sumber Daya Manusia dan Umum, Sapuan memberikan penjelasan terkait pengumpulan ZIS dan penyalurannya kepada masyarakat yang membutuhkan

WONOSARI – Kepala Desa Wonosari membuka secara resmi Sosialisasi Zakat, Infaq dan Sedekah pada Kamis (18/2/2021) di Gedung Serba Guna, Jalan Wonosari Tengah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Badan Amil Zakat Nasional Kabupaten Bengkalis yang telah hadir guna menyampaikan sosialisasi terkait Zakat, Infaq dan Sedekah. Semoga dengan adanya sosialisasi ini masyarakat dapat menggali sebanyak-banyaknya pengetahuan mengenai Zakat, Infaq, dan Sedekah,” terang Kades Suswanto.

Wakil IV Bagian Sumber Daya Manusia dan Umum Baznas Kabupaten Bengkalis, Sapuan mengatakan bahwa sosialisasi ini digelar untuk mengedukasi masyarakat agar membayar Zakat, Infaq dan Sedekah melalui badan resmi yaitu Baznas.

“Perlu edukasi perlahan kepada masyarakat, karena manfaatnya banyak, untuk membantu sesama,” ujar Sapuan.

Baznas merupakan badan resmi yang memiliki tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan ZIS. Selain itu, Baznas bersama Pemerintah bertanggung jawab untuk mengawal pengelolaan zakat yang berasaskan syariat Islam, amanah, kemanfaatan, keadilan, kepastian hukum, terintegrasi dan akuntabilitas.

Dijelaskan Sapuan bahwa penerima ZIS harus sesuai dengan kategori 8 Asnaf  berdasarkan surat At-Taubah ayat 60:

1. Fakir; Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidup.
2. Miskin; Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup.
3. Amil; Mereka yang mengumpulkan dan mendistribusikan zakat.
4. Mu’allaf; Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menguatkan dalam tauhid dan syariah.
5. Hamba sahaya; Budak yang ingin memerdekakan dirinya.
6. Gharimin; Mereka yang berhutang untuk kebutuhan hidup dalam mempertahankan jiwa dan izzahnya.
7. Fisabilillah; Mereka yang berjuang di jalan Allah dalam bentuk kegiatan dakwah, jihad dan sebagainya.
8. Ibnus Sabil; Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan dalam ketaatan kepada Allah.

Sapuan berharap kegiatan ini merupakan langkah awal untuk mengoptimalkan Zakat, Infaq dan Sedekah karena keutamaan ekonomi umat akan terlaksana dengan baik apabila mendapat dukungan penuh dari semua pihak.

“Zakat, Infaq dan Sedekah yang dibayarkan secara optimal kepada Baznas dapat membantu sesama, bukan ekonomi saja, namun juga dari segi keagamaan,” ungkapnya.

Dalam kegiatan ini, Sapuan juga menjelaskan tentang tata cara pengumpulan dan penyaluran ZIS serta syarat-syarat dan pedoman dalam perhitungan zakat.

Turut hadir Kepala Desa Wonosari, Suswanto, Direktur BumDesa Unggul Sari, H. Irman, Ketua TP-PKK Desa Wonosari, Nuriza, Bidan Desa, Yusdierny, Kepala Kewilayahan, Ketua RT/RW Desa Wonosari.

 

 

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*