GELAR SOSIALISASI DASAWISMA DAN HATINYA PKK, NURIZA : BENTUK PERAN AKTIF KITA DALAM PEMANFAATAN LAHAN PERKARANGAN

Foto bersama Kepala Desa Wonosari bersama TP-PKK Kecamatan Bengkalis dan TP-PKK Desa Wonosari

WONOSARI – Tim Penggerak dan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga menggelar Sosialisasi Dasawisma dan Hatinya PKK pada Kamis (4/2/2021) pukul 14.00 WIB di Gedung Serba Guna, Jalan Wonosari Tengah Dusun Tanjung Sari.

Dikatakan Nuriza selaku Ketua TP-PKK Desa Wonosari bahwa kegiatan ini perdana dilakukan pada tahun 2021.

“Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana kami di tahun ini, semoga kedepannya kegiatan pkk dapat berjalan lancar dengan tetap menerapkan 3M, yaitu menggunakan makser, mencuci tangan dan menjaga jarak,” papar Nuriza.

Nuriza juga menyampaikan bahwa pentingnya melaksanakan kegiatan dasawisma seperti berkebun dan Hatinya PKK dalam kehidupan sehari-hari karena hal tersebut merupakan salah satu peran aktif kita dalam memanfaatkan tanah perkarangan.

“Mari kita lakukan Hatinya PKK, mulailah perlahan-lahan dengan menata lingkungan perkarangan rumah kita,” ajaknya.

Hal tersebut mendapat tanggapan positif dari Kepala Desa Wonosari, Suswanto.

“Kami sangat mendukung kegiatan dasawisma dan Hatinya PKK ini dan kami akan memberikan apresiasi bagi kelompok dasawisma terbaik yang berada di Desa Wonosari,” ujar Kades Suswanto.

Lebih lanjut, Kades Suswanto menambahkan bahwa penilaian dilakukan secara berkala per tiga bulan selama setahun.

Kepedulian dan semangat masyarakat dalam melakukan kegiatan dasawisma ini diapresiasi oleh Ketua TP-PKK Kecamatan Bengkalis, Rafika Wati.

“Kami mengapresiasi kepada PKK Desa Wonosari yang telah menerapkan kegiatan dasawisma. Semoga selanjutnya dapat mengembangkan Hatinya PKK di lingkungan perkarangan rumah kita masing-masing,” harap Rafika Wati.

Dijelaskan Ari selaku Ketua Pokja 3 Kecamatan Bengkalis, bahwa lahan perkarangan rumah seharusnya dimanfaatkan untuk menjadi warung hidup, lumbung hidup, apotek hidup, bank hidup, serta memelihara ternak dan ikan.

“Kita harus terapkan setidaknya di rumah itu ada warung hidup, lumbung hidup, apotek hidup, bank hidup serta memelihara ternak dan ikan,” terang Ari.

Pemanfaatan lahan dalam bercocok tanam harus diatur dan dikelompokkan agar kelihatan rapi, bersih, indah dan nyaman serta dianjurkan menggunakan media tanam yang berasal dari barang bekas dan pupuk yang dimanfaatkan dari limbah organik rumah tangga.

Dalam kesempatan tersebut, Ari berharap kader PKK dapat berinovasi terhadap olahan hasil kebun dasawisma dan Hatinya PKK.

Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian doorprize kepada peserta sosialisasi yang berhasil memberikan jawaban yang benar atas pertanyaan seputar dasawisma dan Hatinya PKK yang telah disampaikan oleh pemateri.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*