PEMDES WONOSARI GELAR SOSIALISASI DAN PERIZINAN TANAMAN BUDIDAYA GERONGGANG

WONOSARI – Pemerintah Desa Wonosari menggelar Sosialisasi dan Perizinan Tanaman Budidaya Geronggang pada Sabtu (16/3/2019) pukul 20.00 WIB di Gedung Serba Guna, Jalan Wonosari Tengah RT.001 RW.002 Dusun Tanjung Sari.

Kegiatan dihadiri Kepala Desa Wonosari, Suswanto, Ketua LSM-Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan, Solihin, Sekretaris Yayasan Solidaritas Pemuda Melayu Peduli Lingkungan Republik Indonesia, Mohd. Kusmayadi, Kasi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat KPH Bengkalis Pulau Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Riau, Bustami, Kepala Kewilayahan, beserta tokoh masyarakat lainnya.

Dalam sambutannya, Kepala Desa Wonosari menyampaikan tentang pentingnya manfaat dari budidaya tanaman geronggang. “Budidaya tanaman geronggang berpotensi menghasilkan nilai ekonomi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Kusmayadi menambahkan, “Budidaya tanaman geronggang juga mampu menjadi perisai dalam mengantisipasi terjadinya kebakaran pada lahan gambut karena pohon ini sangat cocok untuk daerah tanah gambut dan dapat menjadi wadah untuk penyimpanan air”.

Jelas Kusmayadi, “Tanaman geronggang juga telah resmi diakui menjadi tanaman budidaya dan dicanangkan untuk menjadi tanaman nasional”.

Kasi Perlindungan KSDAE dan Pemberdayaan Masyarakat KPH Bengkalis Pulau Dinas Lingkungan Hidup Kehutanan Provinsi Riau, Bustami, menghimbau agar masyarakat membentuk kelompok tani dalam membudidayakan tanaman geronggang yang nantinya akan diidentifikasi oleh pihak kehutanan untuk mengecek tentang status lahan yang digunakan.

“Dengan adanya kelompok tani, maka Pemerintah Pusat akan lebih mudah memantau perkembangan budidaya tanaman ini dan membantu masyarakat dalam pengelolaannya,” jelas Bustami.

Ketua LSM-Ikatan Pemuda Melayu Peduli Lingkungan, Solihin, juga memaparkan nilai ekonomis keuntungan budidaya geronggang.

“Budidaya tanaman ini sebaiknya dilakukan di atas lahan yang berukuran minimal 1 hektar dan nantinya untuk penjualan hasil panen akan ditangani langsung oleh LSM-IPMPL bersama Yayasan SPMPL-RI,” ungkap Solihin.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*