SUSWANTO BERSAMA PASUKAN GELAR PATROLI DAN HIMBAUAN PADA MASYARAKAT DAERAH RAWAN KEBAKARAN DI DESA WONOSARI

Wonosaro-Kepala Desa Wonosari (Suswanto),Bapak Novri selaku BHABIMKAMTIBMAS dan Bapak Mustaqim Selaku BABINSA beserta Rombongan Aparat Desa Wonosari (RT,RW, KADUS) melakukan pemantauan Di Lingkungan Desa Wonosari dinihari (23/02/2018) Dalam Rangka Mencegah pembakaran hutan dan lahan karena mengingat situasi iklim yang saat ini merupakan musim kemarau sangat memuadahkan terjadinya rawan kebakaran.

“Mengingat Desa wonosari merupakan Desa yang sangat rawan kebakaran setiap tahunnya membuat Kepala Desa Wonosari dan pihak yang bersangkutan antusias melakukan pemantauan pada setiap lingkungan perkebunan Masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan sepihak maupun kelompok, baik itu untuk bercocok tanam maupun membuka lahan.

Kepala Desa Wonosari Menegaskan Kepada Petani yang melakukan pembakaran Pupuk “disebut dalam bahasa tempatan(Merun)” agar dapat mengontrol hingga proses pembakaran selesai dan dipastikan api sisa pembakaran mati dan tidak merambat, dikarenakan pada musim kemarau selain cuaca yang begitu panas dan angin bertiup kencang sangat mudah memancing percikan api sisa pembakaran hingga terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Sebut saja namanya Bapak Siregar salah satu warga Wonosari yang melakukan Pembakaran pupuk untuk dipergunakan bercocok tanam menerima dengan baik atas Himbauan Kepala Desa Wonosari beserta rombongan yang di perintahkan kepada masyarakat agar setiap melakukan pembakaran pupuk (Merun) agar dapat ditunggu/kontrol hingga api pembakaran benar-benar mati dan selalu menyediakan peralatan pemadam api untuk berjaga-jaga.

Apa bila masyarakat melakukan kelalaian maka masyarakat yang bersangkutan akan berurusan kepada peraturan Undang-Undang yang sudah di tetapkan oleh pemerintah dengan Tindak PIDANA PENJARA MAX 10 TAHUN dan DENDA 1 MILIAR. Hal ini dikarenakan banyaknya masyarakat Indonesia mekalukan kelalaian terhadap pembakaran hutan dan lahan. contohnya seperti pulau Sumatera yang mayoritas ialah tanah redang/tanah Gambut yang sangat mudah untuk api membesar dan merambat dengan cepat.

“Pada tahun 2014 Provinsi Riau Kabupaten Bengkalis Kususnya Di Desa Wonosari telah terjadi Kebakaran hutan Bersekala Internasional yang menyebabkan Negara Tetangga Seperti Malaysia terkena Dampak Kabut Asap yang menyebabkan terjadi pencemaran polusi udara yang sangat parah. Maka dengan ini Kepala Desa Wonosari melakukan himbauan setegas tegasnya kepada masyarakat Desa Wonosari agar tidak melakuakan Kelalaian dan Pembakaran Hutan dan Lahan disekitar Perkebunan dan Hutan Desa Wonosari.

“Prastiyo”

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan