Kegiatan Monitoring LAMR Kabupaten Bengkalis Tahun 2017

Exif_JPEG_420
Wonosari.Com – Kepala Desa Wonosari Bapak, Suswanto, membuka secara resmi Kegiatan Monitoring Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Bengkalis, Senin sore (18/12/2017) kemaren,  dipusatkan di Gedung Serbaguna Desa Wonosari, RW.02.
Di hadiri  Ketua Majelis Kerapatan Adat LAMR Zainuddin Yusuf, Wakil Sekretaris LAMR Kecamatan Bapak H. Lukman, M.Si dan Tokoh Masyarakat Desa Wonosari.

Kegiatan Sosialisasi, Monitoring LAMR Bengkalis dengan Warga Wonosari
Sementara dalam sambutan Kepala Desa Wonosari menyampaikan, Kegiatan Monitoring Lembaga Adat Melayu Riau  (LAMR) ditahun 2017. Kegiatan Monitoring ini mempunyai makna strategis sebagai wahana untuk saling mengenal dan konsolidasi antar LAMR kecamatan se-kabupaten Bengkalis dan juag LAMR Kabupaten Bengkalsi dengan Warga Desa Wonosari. Disamping sebagai sarana untuk menentukan Program kerja dan kebijakan lembaga adat melayu riau serta demi kemajuan organisasi dimasa mendatang.
“Hikmah yang dapat dipetik dari Kegiatan Monitoring LAMR Kabupaten Bengkalis ini, adalah mampu menjalin dan mengikat tali silaturahim antar sesama kita. Pada akhirnya, tertanam semangat kekeluargaan dan kebersamaan dalam rangka mewujudkan keharmonisan hidup bermasyarakat di kabupaten Bengkalis. Dimana di Desa Wonosari Banyak mencakup suku, diantaranya Suku Melayu, Jawa, Sunda, Bugis, Minang, Batak, Tionghoa dan Suku Asli, dimana Suku-suku ini telah lama merangkul dalam satu kesatuan di Wonosari”.
Kegiatan ini diikuti oleh 40 orang yang meliputi dari beragam suku, yang sangat antusias dalam mendengarkan paparan dari Pengurus LAMR Kabupaten. Dalam kesempatan selanjutnya Bapak Edy Karsono yang mewakili LAMR Desa Wonosari memberikan pengarahannya dalam sambutannya.
“Namun perlu diingat, program kerja yang dibuat lembaga adat melayu Riau, hendaknya tidak muluk-muluk, tapi bagaimana program tersebut dapat dilaksanakan dengan baik oleh seluruh pengurusnya, sehingga hasilnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan mengerti makna dan arti pentingnya adat istiadat sebagai perekat dan peredam dari berbagai gejolak konflik yang menjadi akar perpecahan di tengah kehidupan bermasyarakat, Mengingat keberadaan dan fungsinya sangat penting di tengah-tengah masyarakat, khususnya di kalangan masyarakat melayu,. Oleh karena itu, pengurus LAMR Bengkalis, supaya benar-benar dapat menjadi tempat bertanya dan tempat berteduh bagi masyarakat.”Tutur Bapak Edy Karsono.
Disamping itu, keberadaan LAMR Bengkalis harus dapat menjadi tali pengikat dan payung pemersatu dan memberikan kontribusi berupa pemikiran dan ide-ide, serta nasehat dalam rangka mendukung proses pembangunan di negeri junjungan yang kita cintai ini.(Zcm)
Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan