PAGELARAN SENI BUDAYA JAWA KUDA LUMPING TURONGGO YAKSO DESA WONOSARI

Pagelaran Seni Budaya Jawa

Wonosari (3/12/2017). Pergelaran/Pementasan merupakan kegiatan untuk memperkenalkan atau menunjukan hasil karya seni berupa seni musik, tari, teater/drama dan lainnya kepada masyarakat luas. Pergelaran adalah cara untuk melakukan komunikasi antara pencipta karya dan penikmat karya. Tujuan seni di dalam manajemen seni pertunjukan, termasuk di dalamnya Kuda Lumping adalah guna mencapai kualitas karya seni yang bermutu. Dalam hal ini, kualitas karya seni ditanggungjawabi oleh seorang Pimpinan/Ketua Persatuan.

Kuda lumping juga disebut jaran kepang atau jathilan adalah tarian tradisional Jawa menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari bambu atau bahan lainnya yang di anyam dan dipotong menyerupai bentuk kuda, dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang. Anyaman kuda ini dihias dengan cat dan kain beraneka warna. Tarian kuda lumping biasanya hanya menampilkan adegan prajurit berkuda, akan tetapi beberapa penampilan kuda lumping juga menyuguhkan atraksi kesurupan, kekebalan, dan kekuatan magis, seperti atraksi memakan beling dan kekebalan tubuh terhadap deraan pecut. Jaran Kepang merupakan bagian dari pagelaran tari reog. Meskipun tarian ini berasal dari Jawa, Indonesia, tarian ini juga diwariskan oleh kaum Jawa yang menetap di Riau dan di beberapa daerah di luar Indonesia

Sambutan Oleh Kepala Desa Wonosari Bapak Suswanto

Kuda lumping adalah seni tari yang dimainkan dengan properti berupa kuda tiruan, yang terbuat dari anyaman bambu atau bahan lainnya dengan dihiasi rambut tiruan dari tali plastik atau sejenisnya yang di gelung atau di kepang, sehingga pada masyarakat jawa sering disebut sebagai jaran kepang. Tidak satupun catatan sejarah mampu menjelaskan asal mula tarian ini, hanya riwayat verbal yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Hal berikut dapat dilihat dari Kegiatan Bulanan dari Agenda Kegiatan Seni Budaya Jawa, Reog dan Kuda Lumping Kecamatan Bengkalis dan Bantan, pada Minggu ini Desa Wonosari sebagai Tuan Rumah kegiatan tersebut yang dilaksanakan di Persatuan Kuda Lumping Turunggo Yakso pimpinan Bapak Tusimin. Dalam sambutannya Kepala Desa Wonosari Bapak Suswanto mengharapkan kepada seluruh Persatuan Seni Budaya Jawa untuk dapat mengembangkan serta memperkenalkan seni budaya Jawa yang ada di Bengkalis khususnya Desa Wonosari ke seluruh Masyarakat luas, dan menjadikan budaya ini sebagai budaya bangsa Indonesia. Kepala Desa juga mengingatkan untuk selalu menjunjung sportifitas dalam setiap kegiatan, menjaga historis dan kekompakan, sehingga merefleksi kembali semangat heroisme dan aspek budaya itu sendiri. Acara juga diselinggi dengan Pembagian Santunan Kepada Anak Yatim, dan Pemberian Santunan Buku Tulis untuk Anak Sekolah.

Pemberian Santunan kepada Anak-Anak SD dan Anak Kurang Mampu

Seringkali dalam pertunjukan tari kuda lumping, juga menampilkan atraksi yang mempertontonkan kekuatan supranatural berbau magis, seperti atraksi mengunyah kaca, menyayat lengan dengan golok, membakar diri, berjalan di atas pecahan kaca, dan lain-lain. (Nzw)

 

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan