BPS SELENGGARAKAN SPAK DI WONOSARI

Tim BPS Kabupaten Bengkalis Sedang Melakukan Survei Kepada Salah Seorang Warga Desa Wonosari

WONOSARI – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bekerjasama dengan BPS (Badan Pusat Statistik) menyelenggarakan Survei Perilaku Anti Korupsi (SPAK) terkait perilaku anti korupsi individu di Indonesia. Kegiatan SPAK ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia yang tersebar di 170 Kabupaten/Kota dan di 33 Provinsi sejak tanggal 22 Februari hingga 4 Maret 2016.

Desa Wonosari merupakan salah satu desa yang terpilih sebagai wilayah penyelenggaraan SPAK 2017 di Kabupaten Bengkalis.

“Survei dilakukan kepada 17 responden dari total sampel seluruhnya sebanyak 10.000 rumah tangga di seluruh Indonesia. Responden dipilih secara acak dan ditentukan langsung oleh BPS Pusat,” ujar Joni Saputra, Staf BPS Kabupaten Bengkalis.

Survei ini bertujuan untuk mengukur penilaian, pengetahuan, perilaku, dan pengalaman individu terkait perilaku anti korupsi individu di Indonesia. Survei ini juga mengukur sejauhmana budaya zero tolerance terhadap perilaku korupsi terinternalisasi dalam setiap individu khususnya terkait dengan strategi kelima STRANAS PPK yakni pendidikan dan budaya anti korupsi.

“Pertanyaan yang diajukan sekitar 200 kuesioner (dalam bentuk android) yang berkaitan tentang pengetahuan perilaku dan anti korupsi serta bagaimana pelayanan publik terhadap masyarakat,” jelas M. Syahrie, salah satu warga Desa Wonosari yang menjadi responden SPAK.

Menanggapi hal ini, Kepala Desa Wonosari, Suswanto sangat mengapresiasi kegiatan survei ini.

“Struktur sosial berperilaku koruptif perlu diubah pola pikirnya agar terbebas dari nilai-nilai koruptif agar menjunjung integritas. Perilaku aktif dari masyarakat juga sangat diperlukan untuk mencegah perilaku koruptif di lingkungannya,” paparnya.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan