CEGAH KARLAHUT. DESA WONOSARI ADAKAN SOSIALISASI

????????????????????????????????????

????????????????????????????????????

WONOSARI – Pemerintah Desa Wonosari menggelar sosialisasi tentang Pencegahan Kebakaran Lahan dan Hutan (KARLAHUT) pada Selasa (15/11/2016) siang di Gedung Serba Guna, Dusun Tanjung Sari Desa Wonosari Bengkalis.

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Wonosari yang diwakili oleh Staff Kaur Pembangunan, Suherman, Staff Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, Norman Noer, Mitra BLH Kabupaten Bengkalis, Khairul Saleh, Staff Badan Penanggulangan Bencana Daerah Pemakadan Kebakaran (BPBD Damkar) Kabupaten Bengkalis, Suryadi dan Fitri Agus.

Tujuan dari sosialisasi ini adalah untuk mengatasi terjadinya permasalahan kebakaran lahan dan hutan. Selain itu untuk lebih menggalakkan lagi bahwa pentingnya menjaga kelestarian lingkungan serta ekosisten yang ada.

“Jika kebakaran terjadi disuatu lahan maka ekosistem yang terdapat dilahan tersebut juga akan rusak. Oleh sebab itu diperlukannya sosialisasi seperti ini untuk lebih memicu semangat kita semua dalam menjaga kelestarian lingkungan,” jelas Suryadi, Salah seorang Narasmber dari BPBD Damkar.

Oleh sebab itu, kata Suryadi, dibutuhkan kerjasama dan gotong royong dari lapisan masyarakat khususnya anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) bersama instansi terkait. MPA dibentuk ditengah-tengah masyarakat merupakan ujung tombak dalam rangka pemcegahan kebakaran lahan dan hutan.

“Artinya mereka adalah orang-orang terdidik yang disiapkan untuk melaksanakan pemadaman dini dilapangan dan melakukan patroli-patroli demi menjaga lingkungan lahan” tambah Suryadi.

Adapun penyebab terjadinya kebakaran hutan tidak hanya disebabkan oleh api yang disengaja maupun tidak, cuaca yang sangat panas juga dapat memicu munculnya api. “Dari panas saja, terjadinya gesekan-gesekan pada daun dan kayu atau batu jika terkena panas bisa menimbulkan api,” jelas Khairul Saleh.

Selain penyebab terjadinya kebakaran lahan dan hutan, Khairul Saleh juga menjelaskan kerugian dan dampak buruk yang tejadi akibat kebakaran. “paparan asap (kabut asap) yang kita hirup merupakan racun yang sangat membahahayakan kesehatan,” ungkapnya.

Sosialisasi yang diikuti oleh 30 orang peserta yang terdiri dari anggota MPA dan beberapa warga Wonosari ini berjalan dengan lancar. “banyak ilmu yang didapat. sebagai masyarakat kami merasa termotivasi untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan menjaga kelestariannya,” ujar salah seorang peserta. (FPY)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan