CEGAH KDRT, NARKOBA DAN KENAKALAN REMAJA, PEMDES WONOSARI GELAR SOSIALISASI

Ramli Suryono Ketika Menyampaikan Sosialisasi Pencegahan Narkoba, Kenakalan Remaja, dan KDRT

WONOSARI – Pemerintah Desa Wonosari kembali gelar sosialisasi Informasi Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT), Narkoba, dan Kenakalan Remaja pada Selasa (9/11/2016) di Gedung Serba Guna, Jalan Wonosari Tengah, Dusun Tanjung Sari.

Kegiatan dihadiri Sekretaris Desa Wonosari, Tri Wahyu Cahyadi, Ketua BPD Desa Wonosari, H. Maryanto, Ps. Kanit Idik 1 Satres Narkoba Polres Bengkalis, Ramli Suryono, Dosen Psikolgi STAIN Bengkalis, Mufaro’ah, tokoh masyarakat, dan perwakilan dari beberapa sekolah tingkat SLTP dan SLTA di Kecamatan Bengkalis.

“Sasaran peredaran narkoba tidak pandang bulu atau status sosial di masyarakat,” ujar H. Maryanto di sela sambutannya.

Tambahnya, pengertian, tutur kata, sopan santun merupakan tolak ukur agar terhindar dari penyakit masyarakat terutama KDRT.

“Pencegahan deteksi dini terhadap narkoba dimulai dari keluarga,” ungkap Ramli Suryono.

Hal serupa juga dikatakan Mufaro’ah. “Keluarga memiliki peranan penting dalam mencegah terjadinya kenakalan remaja dan penggunaan narkoba. Keluarga harus memiliki komunikasi yang positif dan peduli terhadap perkembangan anak.” Tonton: https://youtu.be/6x-Ejspa6ZI

Dikatakan Ramli, pondasi agama juga sangat penting untuk diajarkan kepada anak sejak dini karena agama berfungsi sebagai terapi bagi jiwa yang gelisah dan terganggu. Agama berperan sebagai pencegahan terhadap gangguan kejiwaan dan merupakan fakor pembinaan mental bagi remaja.

Ramli menghimbau agar masyarakat menjauhi narkoba dan jangan sekali-kali mencoba untuk mendekatinya. Tonton: https://youtu.be/UylOa52LWFE

Meningkatnya kenakalan remaja dan KDRT saat ini merupakan salah satu dampak dari media informasi yaitu program siaran televisi yang dinilai kurang memberikan nilai edukatif bagi remaja ketimbang nilai amoralnya. Hal ini disebabkan karena industri perfilman kurang memberikan pesan-pesan moral terhadap siaran yang ditampilkan. Dari tayangan tayangan tersebut ada remaja bahkan suami/istri yang bukan hanya sekedar menyaksikan, tapi terpengaruh mengikutinya.

Dengan perkembangan teknologi yang semakin meningkat ini, remaja harus dialihkan kepada kegiatan positif yang mampu menghindari terjadinya kenakalan remaja. Sarana dan prasarana harus disiapkan seperti perlengkapan olahraga, kesenian, dan kegiatan lainnya sesuai bakat dan keinginan remaja. Interaksi dan komunikasi harus terjalin dengan baik agar tercipta hubungan yang sehat antara anak dan orangtua maupun hubungan yang sehat antara suami dan istri.

“Semua pihak harus saling bersinergi untuk menghindari terjadinya kenakalan remaja, penggunaan narkoba, maupun KDRT,” tegas Mufaro’ah.(FAS)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan