POKJA I DESA WONOSARI GELAR SOSIALISASI PENYULUHAN KDRT

Sosialisasi Penyuluhan KDRT dan Dampaknya Terhadap Kepribadian Anak

WONOSARI – Tim Penggerak Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Wonosari menggelar sosialisasi penyuluhan KDRT dan dampaknya terhadap kepribadian anak pada Kamis (29/9/2016) di ruang kelas TPQ Nurul Ilmi, Jalan HR. Soebrantas. Kegiatan berlangsung dari pukul 14.30 hingga 17.00 WIB.

Tampak hadir Ketua TP PKK Desa Wonosari, Nuriza, Ketua Pokja II, Mustika Sari, Bidan Desa Wonosari sekaligus Ketua Pokja IV, Yusdierny, dan anggota TP PKK lainnya beserta para ibu Desa Wonosari.

Dalam sambutannya, Nuriza berharap agar tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ini tidak terjadi di lingkungan Desa Wonosari.

“Jangan sampai kekerasan seperti ini terjadi di lingkungan kita,” ucapnya tegas.

Nuriza menambahkan, harus terjalin komunikasi yang baik antara suami istri untuk mencegah timbulnya hal-hal yang memicu pertengkaran. Karena pertengkaran yang terjadi terus-menerus bisa mengakibatkan pengaruh yang buruk terhadap kepribadian anak.

Hal serupa diungkapkan oleh Mufaroah, selaku narasumber dalam kegiatan ini.

“Jadikan Rasulullah sebagai panutan dalam menjalani rumah tangga,” ujar Dosen Psikologi di STAIN Bengkalis ini.

Pernikahan itu adalah kualitas. Jadi sangat penting bagi suami istri agar memanfaatkan waktu bersama keluarga di tengah kesibukannya masing-masing.

Dikatakan Mufaroah, waktu terbaik dalam mendidik anak adalah usia 0-6 tahun. Karena di usia ini dimulai pembentukan kepribadian anak. Sehingga ketika menyaksikan kekerasan orang tua saat masih anak-anak, sangat mempengaruhi kepribadiannya seperti bersikap agresif, emosi yang tidak terkontrol, mengalami kesulitan di sekolah, stres, dan lain sebagainya.

Antusias yang tinggi terlihat dari banyaknya tanya jawab yang dilontarkan mengenai permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan yang diselenggarakan oleh Pokja I ini ditutup dengan pembagian 7 doorprize kepada ibu-ibu yang berpartisipasi dalam sesi tanya jawab mengenai tema sosialisasi tersebut.(FAS)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan