Wonosari.. Gesa Cegah Karlahut

WONOSARI – Meskipun saat ini Desa Wonosari telah diguyur hujan, namun Pemerintah Desa Wonosari tetap mengantisipasi kebakaran lahan dan hutan (karlahut) dengan mengadakan rapat pembentukan Gerakan Desa Cegah Kebakaran Lahan dan Hutan (Gesa Cegah Karlahut). Rapat diadakan pada Senin (21/3/2016) di Gedung Serba Guna, Wonosari Tengah.

Rapat dihadiri oleh Kepala Desa Wonosari, Suswanto, Ketua BPD, H. Maryanto, Ketua LKMD, Kusmayadi, seluruh Kepala Dusun, Ketua RT, Ketua RW, Gapoktan, anggota Karang Taruna, Linmas, Perwakilan Kelompok Tani, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta tokoh masyarakat Desa Wonosari.

Pembentukan Gesa Cegah Karlahut ini bertujuan untuk membantu MPA dalam menemukan titik api sehingga api dapat segera dipadamkan. Informasi dan sosialisasi yang dilakukan Gesa Cegah Karlahut melibatkan semua masyarakat untuk menumbuhkan kesadaran dan kepedulian dalam menjaga lingkungan agar terhindar dari bahaya kebakaran.

“Kami sangat berharap dengan adanya Gesa Cegah Karlahut ini mampu meminimalisir terjadinya kebakaran lahan dan hutan di wilayah Desa Wonosari,” ungkap Landung.

Ketua BPD, H. Maryanto menambahkan, “Pemilik lahan tidak boleh menjadikan lahannya sebagai lahan tidur. Lahan harus digarap agar tidak mudah terbakar,” tegasnya.

Evaluasi Gesa Cegah Karlahut dilakukan secara berkala. Pada musim kemarau, evaluasi dilakukan setiap minggu. Namun pada saat curah hujan tinggi, evaluasi dilakukan sekurang-kurangnya 1 bulan sekali dan dilaporkan kepada Kepala Desa.

Ketua LKMD, Kusmayadi mengingatkan bahwa sosialisasi harus lebih digalakkan kepada masyarakat khususnya pemilik lahan sehingga masyarakat sadar dan mengerti hukum. Beliau juga berharap agar tapal batas alam Desa Wonosari dapat dibentuk dan dijadikan kanal untuk memberikan cadangan air ketika terjadi kebakaran. (FAS/Pers Desa)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan