BUMDesa Unggul Sari Desa Wonosari “Antara Harapan dan Tantangan”

Wonosari – Lahirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa
dengan sederet aturan turunannya, disadari atau tidak oleh pemerintah
Desa, ruh dari UU Desa tersebut dapat membangkitkan kepercayaan diri bagi
Pemerintah dan masyarakat Desa untuk bergandeng tangan mewujudkan Desa
yang mandiri dan berdaulat.

       UU Desa
menjamin kemandirian desa dalam mengelola seluruh potensi yang ada di
Desa. Sebut saja hal mendasar yang tidak luput dari aturan yang
tercantum di dalam UU Desa adalah persoalan kemandirian Desa di bidang ekonomi yang berimplikasi kepada Pendapatan Asli Desa (PADesa) yang
selama ini tidak menjadi hal yang urgent untuk diperbincangkan, sehingga
tidak heran jika di dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa
(RAPBDesa) kolom yang terkait tentang PADesa sering kosong dan hal ini
terbukti bahwa Desa hanya berpangku tangan dan menunggu kucuran bantuan
dana Desa dari pemerintah Daerah, Provinsi dan Pusat.

       
Desa wonosari sebagai salah satu Desa yang memiliki semangat membangun
dan semangat kebersamaan yang tinggi, di akhir tahun 2015 yang lalu
mencoba bangun dan bergerak untuk merealisasikan amanah UU Desa tersebut
dengan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dengan nama BUMDEsa
Unggul Sari. Muzamil selaku Direktur ketika dikonfirmasi via Ponsel
(14/03/16) menjelaskan bahwa sampai hari ini BUMdesa Unggul Sari baru
memulai tahapan perencanaan, yaitu penataan kantor dan penyusunan
rencana usaha yang akan dikembangkan oleh BUMdesa ke depan. Pemuda
enerjik yang akrab di sapa mas Zamil ini menerangkan bahwa tahap awal
Usaha yang akan dikembangkan adalah dengan membuka Warung Serba Ada
(WASERDA) yang akan menjual sembilan dasar kebutuhan pokok masyarakat
Desa wonosari.  Muzamil juga menjelaskan bahwa semua rencana belum tentu
berjalan lancar seperti yang diharapkan, karena tantangan yang dihadapi
sangat komplit.

       Ketika
disinggung masalah tantangan dan masalah utama yang dihadapi saat ini,
Muzamil mengatakan bahwa tantangan dan problem yang dihadapi masih
seputar problem klasik yaitu terkait dengan ketersediaan bantuan modal,
baik dari Desa, Pemerintah Daerah, maupun Pemerintah Pusat. Beliau juga
mengharapkan pihak ketiga dalam hal ini masyarakat pemilik modal dapat
berperan aktif untuk menanamkan sahamnya di BUMDesa ini. (rly)

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan