FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) SOSIALISASI SISTEM INFORMASI DESA DAN KAWASAN (SIDeKa) DESA WONOSARI

                                                     FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) SOSIALISASI SISTEM INFORMASI DESA
                                                                 DAN KAWASAN (SIDeKa) DESA WONOSARI KEC. BENGKALIS
 

WONOSARI’ Sehubungan dengan terpilihnya desa wonosari menjadi desa broadband yang dipilih langsung oleh kementerian komunikasi dan informasi (kemkominfo) program yang berbasis sistem informasi desa  dan kawasan (sideka) kades desa wonosari langsung bergerak cepat dalam mempersiapkan bagaimana kedepanya nanti bisa memanfaatkan program sideka ini. Salah satunya dengan memgadakan Forum Group Discusion (FGD) untuk mensosialisakan program sideka ini. Acara yang diadakan pada hari jumat 11 Desember 2015 bertempat di aula desa wonosari jalan wonosari tengah juga di hadiri oleh kepala desa wonosari, aparatur desa dan juga beberapa masyarakat desa wonosari. Acara ini resmi di buka langsung oleh kepala desa wonosari Suswanto.

    Sebelum acara dibuka secara resmi pak kades meyampaikan beberapa point penting yang harus di sampaikan kepada masyarakat agar bisa diterima dan di manfaatkan langsung oleh masyarakat program yang berbasis sideka ini. Salah satunya agar bisa memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh kekominfo tersebut yang berupa fasilitas wifi dan perangkat komputer untuk dijadikan alat pembelajaran dan mencari informasi. Walaupun kita hidup di desa bukan berarti kita harus tertinggal dengan orang yang berada di perkotaaan, kita juga bisa maju dan berkembang selayaknya daerah perkotaan dalam hal informasi, dan teknologi supaya tidak tertinggal dan mengikuti perkembangan zaman,” ujarnya.

    Dalam acara ini Ruliyono selaku pandu juga menjelaskan secara rinci apa itu sideka. Tanggapanya mengenai program sideka ini ia berharap masyarakat bisa memanfaatkan fasilitas ini sebaik mungkin dengan hal-hal yang positif, karna jika kita salah mengunakan fasilitas internet maka akan memberikan efek buruk kepada masyarakat terutama anak-anak muda masa depan desa. Salah satu perwakilan dari aparatur desa bapak maryanto juga menyampaikan tanggapanya mengenai program ini, menurutnya sangat mendukung sekali dengan adanya program ini di desa, karena yang paling terpenting dengan program ini, desa bisa lebih terbuka atau go public baik itu dalam hal informasi dll. Sehingga tata kelola desa menjadi lebih baik dan lebih di optimalkan lagi terhadap pelayanan masyarakat, endingnya bahwa kedepanya informasi dan urusan di desa bisa juga di akses secara online.

    Sehubungan dengan ini, para ibu-ibu yang hadir juga sangat mendukung program pemerintah yang di prakarsai oleh kementrian informasi dan komunikasi ini, selama ini mungkin banyak waktu yang terbuang sia-sia dan tidak bermanfaat, jadi nanti selama apapun yang dilakukan adalah hal positif apa lagi untuk memajukan desa dan generasi muda,”ungkap salah seorang perwakilan dari ibu-ibu. Semua potensi-potensi yang ada di desa baik dari SDA maupun SDM nya agar bisa lebih kreatif lagi sehingga bisa di publikasikan, dan yang terpenting saat ini masyarakat tidak boleh lagi gaptek atau tidak mau tau, masyarakat desa juga harus paham teknologi yang mengikuti era perkembangan zaman selain itu juga harus melibatkan anak-anak muda desa yang dari pada nongkrong di pinggir jalan dan tidak ada manfaatnya ada baiknya untuk belajar dan memanfaatkan program ini sehingga kedepanya bisa menghasilkan dan bermanfaat. Dari Hasil akhir acara ini dapat di simpulkan juga melalui focus group discusion (FGD) maka menyetujui rancangan perdes tentang Pusat Inovasi Masyarakat (PIM) serta merekomendasikan PIM dan terbentuknya struktur kepengurusan PIM.

Facebook Comments

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan